A personal archive of research, writing, and creative practice by Umi Lestari, dedicated to film studies, memory activism, and the politics of remembering marginalized histories.
Mengapa laki-laki bertato dan cincin tengkorak masih menghantui, seolah Ravi Bharwani dan Rayya Makarim tidak bisa bergerak me
Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,